Sejarah Yaumun Nahr
Sejarah Idul Adha dan ibadah kurban memiliki akar yang sangat panjang, membentang dari masa putra Nabi Adam hingga puncaknya pada kisah Nabi Ibrahim AS. 1. Awal Mula Konsep Kurban (Masa Habil dan Kabil) Konsep kurban sebenarnya telah dikenal manusia sejak masa Habil dan Kabil, dua putra Nabi Adam AS. Mereka diperintahkan untuk berkurban sebagai bentuk ujian ketulusan hati di hadapan Allah. Dari peristiwa ini, diambil pelajaran bahwa Allah menerima kurban bukan berdasarkan bentuk lahiriahnya, melainkan dari ketulusan jiwa orang yang mempersembahkannya. 2. Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Sejarah Idul Adha yang paling utama merujuk pada peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Siti Hajar. Penantian Panjang: Nabi Ibrahim telah lama berdoa dan menantikan kehadiran seorang putra. Perintah Penyembelihan: Ketika Ismail baru saja tumbuh dan berusia sekitar tiga belas tahun, turunlah perintah dari Allah SWT melalui mimpi agar Nabi Ibrahim menyembelih putra kesayangannya tersebut sebagai kurban. Keikhlasan dan Kesabaran: Baik Nabi Ibrahim maupun Nabi Ismail menerima perintah tersebut dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Nabi Ibrahim menunjukkan ketaatan mutlak dengan mengedepankan kepentingan agama di atas kepentingan pribadi dan keluarganya. Ujian Keimanan: Perintah tersebut sejatinya adalah bentuk ujian kualitas keimanan untuk mengangkat derajat Nabi Ibrahim. 3. Penggantian dengan Hewan Kurban Sesaat sebelum penyembelihan dilaksanakan, Allah SWT mengutus malaikat untuk menggantikan Nabi Ismail dengan seekor kambing (domba/gibas) untuk disembelih. Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah yang melarang pengurbanan manusia dan menggantinya dengan hewan, sekaligus menunjukkan betapa Allah sangat mengasihi umat manusia. 4. Pembentukan Ritual Ibadah Haji Riwayat sejarah keluarga Nabi Ibrahim ini juga menjadi dasar dari berbagai rukun dalam ibadah haji. Sebagai contoh, prosesi Sa’i (berlari kecil antara Safa dan Marwah) serta lempar jumroh berasal dari pengalaman sejarah Siti Hajar dan Nabi Ibrahim. Selain itu, Padang Arafah dalam sejarahnya dikenal sebagai lokasi bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah diturunkan ke bumi. 5. Pensyariatan dalam Islam Ibadah kurban secara resmi disyariatkan bagi umat Muslim pada tahun kedua Hijriah. Waktu ini berbarengan dengan diperintahkannya salat dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) serta zakat harta. Sejak saat itu, Idul Adha menjadi momentum tahunan bagi umat Islam untuk mengenang kebesaran jiwa Nabi Ibrahim dan kepatuhan Nabi Ismail.